Keamanan
Ingat satu aturan: tunjukkan layar hanya kepada orang yang Anda sendiri minta bantuannya
Bank, polisi, kantor pajak (DJP), perusahaan kurir, PLN, BPJS, atau operator seluler tidak pernah meminta Anda menginstal aplikasi atau membagikan layar. Siapa pun yang menelepon dan meminta itu adalah penipu.
Seperti apa telepon penipuan itu
- Telepon atau WhatsApp dari "BCA", "BRI", "Mandiri", "kantor pajak", "J&T", "JNE", "PLN", "BPJS", "customer service", atau "polisi". Ada masalah: rekening diblokir, ada tagihan pajak, paket tertahan, listrik akan diputus, ada undangan atau surat tilang.
- Mereka sangat ramah dan sangat terburu-buru. Untuk "verifikasi", Anda harus melakukan sesuatu di ponsel atau komputer.
- Mereka menyuruh menginstal aplikasi: sering kali file APK yang dikirim lewat WhatsApp, atau AnyDesk, TeamViewer, atau aplikasi berbagi layar lain, lalu minta Anda membacakan nomor yang tampil. Kadang mereka mengirim tautan.
- Sekarang mereka melihat layar Anda. Untuk "pengecekan", Anda disuruh membuka m-banking atau e-wallet dan membacakan kode OTP yang masuk. Uang pun hilang.
Tanda-tandanya
- Mereka yang menelepon, bukan Anda.
- Desakan: malam ini, dalam sepuluh menit, sebelum sistem ditutup.
- Menyuruh menginstal aplikasi atau membuka file APK, membagikan layar, atau membacakan kode.
- Menyuruh membuka m-banking, e-wallet, atau aplikasi pembayaran sementara mereka melihat.
- Melarang Anda memberi tahu orang lain, atau meminta Anda tetap di telepon.
Apa yang dilakukan AcrossView
- Di halaman berbagi layar, sebelum setiap sesi ada peringatan dalam bahasa Indonesia dan Inggris: lakukan ini hanya jika Anda sendiri yang minta bantuan orang tersebut.
- Nama orang yang membantu tampil lebih dulu, dan tidak ada yang terjadi sampai Anda menekan Izinkan setelah hitungan mundur singkat.
- Sesi bisa diakhiri kapan saja dengan satu tombol; selama berbagi layar aktif, browser terus menampilkannya.
- Dari browser, tidak ada yang bisa menggerakkan mouse atau keyboard Anda. Kontrol hanya ada di aplikasi Windows, dan hanya jika Anda mengaktifkannya.
- Kami menyimpan catatan sambungan dan memberikannya kepada penegak hukum sesuai aturan yang berlaku. Akun yang dipakai untuk menipu kami tutup.
Jika sudah terjadi
- Tutup telepon. Akhiri sesi. Putuskan internet komputer atau matikan ponsel.
- Segera hubungi bank Anda lewat nomor resmi yang tercetak di kartu atau di aplikasi resminya, dan minta kartu, m-banking, dan rekening diblokir. Semakin cepat, semakin besar peluang uang tertahan.
- Laporkan ke kantor polisi terdekat atau lewat patrolisiber.id, dan ke kanal aduan Komdigi (dulu Kominfo). Jika ragu, hubungi bank Anda dan polisi.
- Hapus aplikasi atau file APK yang disuruh instal; ganti kata sandi yang Anda ketik saat mereka melihat layar Anda.
Informasi yang sama dalam bahasa Inggris: Staying safe.